Meninggalnya Soeharto dan Ujian Reformasi
Kalau kita mau mencermati, ada fenomena menarik di balik meninggalnya mantan Presiden Kedua Republik Indonesia Soeharto pada Minggu, 27 Januari 2008. Terlepas dari ajaran salah satu agama untuk menyebut kebaikan orang yang telah meninggal, banyak komentar-komentar masyarakat baik terpelajar maupun awam yang justru lebih banyak porsi tentang kebaikan-kebaikan masa kepemimpinan Soeharto dari kebaikan-kebaikan Soeharto secara pribadi.
Salah satu yang kurang bisa saya pahami adalah komentar-komentar masyarakat pada hampir seluruh media masa baik cetak maupun elektronik yang mengatakan bahwa masa kepemimpinan Soeharto jauh lebih baik dibandingkan dengan masa kepemimpinan pasca reformasi, termasuk masa kepemimpinan sekarang (Presiden SBY). Pernyataan masyarakat ini cenderung pragmatis seperti seperti membandingkan terjadinya kenaikan harga saat sekarang dibandingkan dengan harga-harga pada masa Soeharto. Pernyataan ini menurut saya adalah pernyataan bernada penyesalan terhadap reformasi yang terjadi pada Mei 2008 yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto. Selain itu, pernyataan seperti ini berpotensi semakin menambah ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan saat ini di mana pada saat sekarang kepercayaan masyarakat justru sangat dibutuhkan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Bagaimanapun, reformasi yang telah terjadi tidak perlu disesalkan. Banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari reformasi yang terjadi pada tahun 1998 seperti tumbangnya rezim kepemimpinan yang korup serta terbukanya suasana demokratis di negeri ini. Memang, reformasi terkadang tidak selalu berakhir dengan kemenangan secara langsung namun reformasi akan terus berlangsung untuk menemukan masa terbaiknya. Jadi, alih-alih menyebut kebaikan masa Soeharto, masyarakat jangan sampai menebar opini yang bisa membuat suasana kontraproduktif terhadap masa sekarang. Jika banyak dijumpai kebaikan-kebaikan di masa Soeharto, maka sangat mungkin untuk mewujudkan masa sekarang lebih baik dari masa Soeharto jika masyarakat dan pemerintah saling memercayai dan terus bekerja sama.
marilah kita saling mengingatkan, dan memberi nasehat dalam jalan kebenaran dan kebaikan
one
August 5, 2008 at 1:52 am