Santri Metropolis

Belajar Menjadi Bijak

Gerhana Bulan Total (28 Agustus 2007)

leave a comment »

Dr. Ing. H. Khafid
Ahli Surveyor Pemetaan Bakosurtanal
Anggota Biro Litbang Lajnah Falakiyah PBNU

Fenomena alam berupa Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Ahad, 4 Maret 2007 akan kembali dapat disaksikan pada Selasa, 28 Agustus 2007. Kalau pada bulan Maret yang lalu, gerhana ini hanya dapat disaksikan fase-fase awalnya yang terjadi menjelang matahari terbit, sebaliknya pada bulan Agustus mendatang kita yang berada di Indonesia hanya dapat menyaksikan gerhana pada fase-fase akhir setelah matahari terbenam. Namun demikian, puncak gerhana masih berpeluang untuk disaksikan di wilayah Indonesia Timur dan Tengah. Sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian barat masih agak beruntung menyaksikan momen gerhana total, walaupun tidak sampai selesai. Mudah-mudahan pengamatan gerhana bulan total nanti tidak terkendala dengan kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

Mengapa terjadi Gerhana bulan?

Gerhana Bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Adapun Jenis-jenis gerhana bulan adalah:

• Gerhana bulan total : Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
• Gerhana bulan sebagian: Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
• Gerhana bulan penumbra: Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram

Detik-detik terjadinya gerhana bulan total

Gerhana total pada 28 Agustus 2007, dapat diamati di wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam. Adapun rincian detik-detik gerhana bulan total di Indonesia (Berdasarkan data dari NASA lihat gambar), dapat dijelaskan sebagai berikut:

• Penumbra masuk ke piringan bulan pada pukul 07:52:11 UT (14:52:11 WIB). Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, momen ini terjadi pada siang hari, sehingga tidak dapat teramati. Bahkan pada tempat dimana matahari sudah terbenam dan bulan sudah terbit sekalipun,  fenomena ini masih belum dapat terlihat sebagai sesuatu yang berubah secara signifikan pada cahaya bulan.

• Selanjutnya, kontak pertama umbra (gerhana bulan sebagian) akan terjadi pada pukul 08:50:57 UT (15:50:57 WIB). Untuk tempat-tempat dimana matahari sudah tenggelam dan bulan sudah terbit, momen ini akan terlihat ada bayangan tipis yang mulai memasuki piringan bulan. Bulan akan semakin terlihat gelap hingga saat total terjadi. Namun sayangnya momen ini belum dapat diamati di wilayah Indonesia. 

• Momen gerhana total mulai akan terlihat pukul 09:52:00 UT (16:52:00 WIB). Wilayah yang timur Indonesia (Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur) dapat mengamati perstiwa ini. Sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian Barat, Matahari masih belum terbenam.

• Puncak gerhana akan terjadi pukul 10:37:22 UT (17:37:22 WIB). Seperti yang terlihat pada tabel, bahwasannya di kota Surabaya puncak gerhana total ini terjadi saat-saat setelah matahari terbenam, sedangkan di Jakarta dan Banda Aceh puncak terjadinya gerhana total ini tidak terlihat. Di Indonesia bagian Tengah dan Timur dapat melihat puncak terjadinya gerhana bulan total ini dengan lebih baik.

Perkiraan Waktu Matahari terbenam dan bulan Terbit pada 28 Agustus 2007-07-27:

No.                 Matahari Terbenam  Bulan Terbit
1 Aceh            18:48 WIB                   18:47 WIB
2 Jakarta         17:54 WIB                   17:52 WIB
3 Surabaya      17:29 WIB                   17:26 WIB
4 Samarinda    18:16 WITA                 18:13 WITA
5 Makasar        18:04 WITA                 18:00 WITA
6 Ambon          18:30 WIT                   18:25 WIT
7 Jayapura       17:43 WIT                   17:36 WIT

• Momen selanjutnya adalah saat berakhirnya gerhana Bulan total pada pukul 11:22:45 UT (18:22:45 WIB). Momen ini dapat diamati di hampir seluruh wilayah Indonesia terkecuali Aceh dan sekitarnya.
• Gerhana bulan sebagian (atau bulan meninggalkan umbra) pada pukul 12:23:50 (19:23:50 WIB). Semua tempat di wilayah Indonesia dapat melihat momen ini.
• Dan akhirnya, fenomena alam berupa gerhana bulan ini akan betul-betul berakhir pada pukul 13:22:29 UT (20:22:29 UT) saat bulan meninggalkan penumbra.

Bagaimana Cara Mengamati Gerhana bulan?

Cara yang paling nyaman memang dengan teleskop. Teleskop berukuran 5 hingga 10 centimeter sudah cukup nyaman. Peralatan lain yang juga sangat membantu adalah binokuler (teropong medan)! Jangan ragu-ragu mengarahkan binokuler anda ke arah bulan, coba perhatikan wilayah umbra yang merangkak pada permukaan bulan. Cara lain adalah dengan mata telanjang, walaupun efek yang terlihat tidak begitu sensasional, tetapi anda dapat membedakan penampakan; sebelum gerhana, ketika bulan masuk penumbra, bulan masuk umbra, dan saat total.

Bisakah Gerhana bulan ini difoto?

Karena gerhana kali ini terjadi ketika bulan akan terbit, maka alangkah baiknya jika dilakukan pemotretan dengan sudut lebar sambil menangkap foreground yang menarik. Bagi yang memiliki lensa tele dengan fokus sangat panjang, pemotretan sebaiknya dilakukan dalam sequences dengan periode tertentu sehingga hasilnya dapat disusun dalam bentuk mozaik yang baik. Eksposur yang baik untuk memotret gerhana bulan total bervariasi dari 1/100 detik hingga 1/4 detik. Silahkan memvariasikan eksposur dan harga ISO sesuai dengan keinginan. Tentunya kita menginginkan kontras yang cukup untuk bayangan bumi dan cahaya permukaan bulan.

Penutup

Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, umat Islam di sunnahkan untuk melakukan sholat kusuf (Sholat Gerhana) secara berjamaah. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari ’Aisyah r.a. bahwa Nabi SAW Bersabda: ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukan karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jikalau kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, bersedekahlah serta bershalatlah.

Dari hadits ini kita dapat menarik beberapa kesimpulan:

• Bahwasannya terjadi gerhana merupakan fenomena alam, yang dapat dijelaskan dengan sangat gamblang dengan ilmu pengetahuan yang berkembang sampai saat ini. Oleh karena itu adalah hal yang salah kalau kita ikut-ikutan memukul-mukul pohon kelapa atau yang sejenisnya untuk membangunkannya supaya tidak di makan gerhana. Tindakan ini disamping tidak masuk nalar menurut ilmu pengetahuan juga menyimpang dari ajaran Islam.

• Bunyi hadits: ”jikalau kamu melihatnya” membawa konsekwensi permasalahan seperti pada penentuan awal bulan Hijriyah. Apakah harus melihat secara langsung atau cukup dengan perhitungan astronomi. Bagaimana kalau tertutup awan? Dan seterusnya. Namun permasalahan ini tidak terlalu rumit karena menyangkut masalah shalat gerhana yang merupakan ibadah sunnah bukan wajib seperti puasa ramadhan.

Sebagai gambaran, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Abad 20 dan 21 telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada 20 Juli 1969, dengan Apollo 11, Amerika Serikat berhasil mendaratkan astronotnya di bulan. Sejak itu pengetahuan manusia akan kondisi bulan yang sebenarnya menjadi semakin baik. Dari hasil pengamatan jarak bumi ke bulan semakin bertambah 1½ inci setiap tahunnya. Atau dengan kata lain, meskipun sangat pelan bulan bergerak menjauhi bumi sekitar 3,8 cm setiap tahunnya. Hal ini diperoleh dari pengukuran teknologi laser, seperti pada gambar di bawah ini.

Jarak ke bulan saat ini dapat diukur dengan akurasi 5 cm dengan menggunakan laser atau yang biasa disebut dengan Lunar Laser Ranging (LLR). Laser yang dipancarkan dari bumi akan dipantulkan oleh cermin yang telah dipasang oleh astronot ketika mendarat di bulan (sumber: homepage NASA).

• Sebagai umat Islam, maka ketika terjadi gerhana hendaklah kita berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan shalat gerhana secara berjamah, berdo’a, bertakbir dan bersedekah. Bagi para ilmuwan yang ingin mengamati terjadinya gerhana bulan total ini, hendaklah melakukannya dengan disertai dzikir kepada Allah.

Referensi: dari berbagai sumber di Internet, software dan literatur astronomi.

 

Written by ukasbaik

August 20, 2007 at 8:14 am

Posted in Hot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: