Santri Metropolis

Belajar Menjadi Bijak

Dari Tempo

leave a comment »

Surat Diktilogokoran.jpg

KAMPUS GAJAH TUNGGAL DITUTUP
Mahasiswa akan mengadukan masalah itu ke Komisi X DPR RI.

Tangerang — Kampus Gajah Tunggal di Kompleks Industri Jatake, Tangerang, ditutup sejak 26 Juni lalu. Akibat penutupan kampus itu, nasib 207 mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal kini tidak jelas.
” Kami bingung harus bagaimana. Yang kami inginkan saat ini adalah bisa kuliah kembali,” ujar Sa’idurrahman, Ketua Dewan Mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, kemarin.

Menurut Sa’id, akibat penutupan kampusnya, mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian akhir semester pada 10 Juli lalu. Gajah Tunggal sebagai penyelenggara sekolah ikatan dinas itu juga sudah menghentikan uang saku mahasiswanya Rp. 125-150 ribu per bulan.

Kasus ini, kata dia, bermula dari pemecatan dua mahasiswa, yakni Indar Dwi Basuki dan Untung Kasirin, mahasiswa semester IV fakultas teknik jurusan mesin dan elektro, pada 13 Juni lalu. Mereka dipecat setelah mengikuti Kontes Robot Indonesia di Balairung Universitas Indonesia, 3-4 Juni lalu. Dalam kontes itu, mereka mendapat dana subsidi dari panitia Rp. 4 juta. ” Uang itu kami gunakan untuk membayar pinjaman biaya robot yang kami ciptakan itu. Untuk membuat robot, dananya berasal dari kantong kami dan pinjam sana-sini,” ujar arif Faturohman, pembimbing tim pembuatan robot.

Dalam kontes itu, tim Gajah Tunggal gagal. Akibat kegagalan itu, kedua mahasiswa dituduh memberikan keterangan palsu, memanipulasi dana yang diterima dari Kontes Robot Indonesia, tidak melengkapi bukti-bukti pembelian perlengkapan pembuatan robot, dan merugikan institusi secara materiil.

Beberapa staff pengajar juga mengundurkan diri. Arif Faturohman, dosen yang mengundurkan diri, mengatakan, sejak kasus pemecatan dua mahasiswa itu, pihak perusahaan meminta 40 dosen mengundurkan diri.

Mahasiswa melalui Lembaga Bantuan Hukum Bela Bangsa akan membawa kasus itu ke DPR RI hari ini. “Kami akan mengadu ke komisi X DPR RI,” kata Muhammad Luthfi, Direktur LBH Bela Bangsa.

Luthfi mengatakan tuntutan mahasiswa adalah kampus mencabut surat pemecatan kedua rekan mereka dan perkuliahan kembali berjalan normal. “Ini tidak adil. Para mahasiswa sudah berjuang demi nama baik perusahaan, tapi harus menelan pil pahit,” katanya.

Public Relations PT. Gajah Tunggal, Ismail, mengatakan dihentikannya perkuliahan merupakan sikap dan kewenangan pihak perusahaan. “Sekolah ini milik intern perusahaan dan semua biaya perkuliahan ditanggung perusahaan. Siapa pun tidak berhak ikut campur kebijakan kami,” ujarnya. Untuk saat ini, kata Ismail, mereka bukan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal lagi. “Semuanya sudah lepas dari tanggung jawab kami,” kata Ismail.

Written by ukasbaik

September 5, 2007 at 3:22 pm

Posted in Kisah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: