Santri Metropolis

Belajar Menjadi Bijak

From Rhisy’s Blog

with one comment

Perjalanan Aksi Mahasiswa Poltek

PERCEPAT PROSES ADVOKASI MAHASISWA POLTEK GT


KOTA TANGERANG – Masa perjuangan menuntut kebenaran dan keadilan para mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal sudah memasuki hari ke-42. Upaya-upaya yang telah diupayakan belum juga membuahkan hasil yang berpihak kepada mahasiswa.

Mulai dari upaya negosiasi penyelesaian internal yang dilakukan oleh tim mahasiswa yang didampingi DEMA (Dewan Mahasiswa) tanggal 15 Juni lalu, sampai dengan pengaduannya ke fraksi PKS DPR RI tanggal 18 Juli kemarin, belum ada titik terang, kapan proses perjuangan menuntut keadilan ini akan segera tuntas.
Runutan langkah yang terekam dalam perjalanan aksi mahasiswa bisa dilihat sebagai berikut:

13 Juni 2006 : Keluar SK Pemecatan (DO) 2 mahasiswa berprestasi, Indar Dwi Basuki dan Untung kasirin. Keputusan arogan ini mengusik hati nurani mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal. Gaya kepemimpinan direktur Politeknik Gajah Tunggal, Budiman Ivino, yang selama ini sangat diktator dan otoriter menyulut mahasiswa untuk sampai kepada kesatuan kata dan tekad: aksi menentang arogansi, ke-diktator-an, dan ke-otoriter-an.

14 Juni 2006 : Mahasiswa Tk. II (semester 4) dan mahasiswa Tk. I (semester 2), berjumlah 137 mahasiswa, melakukan aksi solidaritas mogok belajar. Pada hari ini dilakukan negosiasi untuk menuntut pencabutan SK Pemecatan diatas. Karena sikap pengecut direktur Politeknik Gajah Tunggal, yang tidak berani mempertanggungjawabkan tindakannya berhadapan dengan mahasiswa, negosiasi dilakukan di Gajah Tunggal Grup Tangerang.

Budiman Ivino bersembunyi dibelakang management Gajah Tunggal dengan menebar opini dan isu yang menyesatkan, bahwa 2 mahasiswa (Indar & Untung) telah melakukan korupsi dan merugikan secara material Politeknik Gajah Tunggal. Benny Gozali, pimpinan Perusahaan Gajah Tunggal Tangerang, bukan menjadi penengah atau peredam masalah, secara membabi buta menyalahkan mahasiswa dan mendukung penuh keputusan direktur Politeknik Gajah Tunggal.

Karena negosiasi tak seimbang itu menemui jalan buntu, sore harinya seorang perwakilan mahasiswa dan 2 mahasiswa yang di DO mengadukan kasusnya ke fraksi PKS DPRD Kota Tangerang. Sementara aksi mogok belajar masih berlangsung dihalaman kampus Politeknik Gajah Tunggal hingga jam 18.00 WIB.

15 Juni 2006 : Mahasiswa kembali melakukan aksi solidaritas dengan mogok kuliah di halaman kampus. Koran Satelit News memuat berita ‘aksi solidaritas’ mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, tetapi kontennya justru menyudutkan mahasiswa. Mengambil informasi dari Ismail, Public Relations PT. Gajah Tunggal, dikatakan pada koran itu bahwa 2 mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal di DO karena nilainya kurang (padahal proses DO berdasarkan nilai hanya bisa dilakukan setelah hasil UAS keluar, sementara sesuai jadwal akademik Politeknik Gajah Tunggal baru akan melaksakan UAS tanggal 10 Juli 2006). Jadi, Ismail, PR PT. Gajah Tunggal telah memberikan keterangan palsu, berbohong kepada publik Kota Tangerang dan warga Banten pada umumnya.

16 Juni 2006 : Harian Seputar Indonesia (Sindo), Koran Tempo, dan Tribun Banten, memuat aksi solidaritas mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal. Diharian Tribun Banten memuat berita foto dengan isi teks yang kurang lebih muatannya sama dengan pemberitaan Satelit News sehari sebelumnya, bahwa mahasiswa melakukan aksi solidaritas untuk rekannya yang di DO karena nilainya rendah. Lagi-lagi narasumbernya adalah Ismail, PR PT. Gajah Tunggal.

Harian Sindo lebih objektif, diberitakan didalamnya bahwa aksi mahasiswa politeknik gajah tunggal adalah dalam rangka solidaritas 2 rekannya yang di DO secara sepihak oleh Budiman Ivino per 12 Juni 2006. Dalam keterangannya Ismail tidak bisa berdusta lagi, karena pihak redaksi SINDO sudah menerima dokumen dan kronologis dari mahasiswa yang dibagikan untuk kalangan pers dan umum sehari sebelumnya. Ismail mengatakan bahwa 2 mahasiswa tersebut (Indar & Untung) di DO karena point-point tuduhan yang tercantum dalam SK DO direktur Politeknik Gajah Tunggal. Hanya saja SINDO tidak mengkritisi kebijakan Budiman Ivino yang otoriter.

Koran Tempo, memuat berita yang cukup baik. Disamping bersifat objektif, pesan yang terkandung didalamnya adalah menyayangkan sikap Direktur Politeknik Gajah Tunggal yang sewenang-wenang.

Fraksi PKS mem-follow-up pengaduan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, dan membawanya ke Komisi B DPRD Kota Tangerang, yang membidangi masalah pendidikan. Hari itu perwakilan mahasiswa melakukan hearing dengan komisi B. Hasilnya, komisi B berjanji akan memanggil Direktur Politeknik Gajah Tunggal, Budiman Ivino, pada hari Senin 17 Juli 2006, untuk melakukan klarifikasi dan langkah penyelesaian masalah.

Mahasiswa juga mengirim perwakilannya untuk menemui HRD Gajah Tunggal Grup Pusat, di Wisma Hayam Wuruk Jakarta. Dari perbincangan dengan Pimpinan HRD Pusat, Ope Mustofa, ditarik kesimpulan bahwa SK bermasalah yang dikeluarkan oleh Budiman Ivino sangatlah sulit dianulir, akar masalahnya adalah terbentur soal prestise corporasi Gajah Tunggal Group yang tidak mau gentle mengakui kesalahannya kepada mahasiswa dan publik. Sehingga bukan lagi masalah siapa yang benar akan dibela, atau yang salah akan dihukum, tetapi lebih kepada ketidakamuan menelan resiko rasa malu yang harus ditanggung Gajah Tunggal Grup jika ‘ditaklukkan’ oleh mahasiswa yang dibiayainya.

17 Juni 2006 : Pihak PT. Gajah Tunggal melakukan upaya intimidasi kepada para mahasiswa untuk menghentikan aksi dengan cara memberikan ancaman-ancaman tertentu kepada beberapa karyawannya yang memiliki hubungan kekerabatan dengan mahasiswa di Politeknik Gajah Tunggal.

19 Juni 2006 : Budiman Ivino datang menghadiri panggilan Komisi B DPRD Kota Tangerang, sementara mahasiswa sudah dicekal pihak Gajah Tunggal melalui security. Mereka tidak boleh memasuki wilayah kampus, kecuali menandatangani formulir pernyataan penghentian aksi. Akhirnya mahasiswa terkonsentrasi di asrama, yang berlokasi sekitar 2 km dari kampus. Siang harinya mereka mendatangi gedung DPRD Kota Tangerang bersamaan dengan waktu pemanggilan Budiman Ivino oleh Komisi B.

Puluhan mahasiswa yang mewakili Komunitas BEM Tangerang (KOMBET), sudah lebih awal melakukan aksi diteras gedung DPRD untuk memberikan dukungan moral kepada para mahasiswa Poltek Gajah Tunggal, sekaligus pressure kepada Komisi B agar tidak segan2 melakukan tindakan tegas kepada Direktur Politeknik Gajah Tunggal yang telah bertindak sewenang-wenang.

Kedatangan Budiman Ivino ke gedung DPRD Kota Tangerang dikawal puluhan ‘alumni sukses’ yang memang sudah cukup akrab dengan Budiman lewat rutinitas acara kebhaktian di perusahaan. Sekali lagi, membuktikan bahwa dirinya sangat pengecut: dia yang membakar lumbung, orang lain yang ngga tahu-menahu diajak memadamkannya.

Budiman dipanggil secara tertutup untuk melakukan klarifikasi berkenaan dengan pengaduan mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, sementara diluar gedung aksi mahasiswa berlangsung dari jam 12.30 dsampai dengan jam 15.00 WIB. Setelah sekitar 1,5 jam pertemuan tertutup, PO Abas Sunarya selaku ketua Komisi DPRD Kota Tangerang bersama anggota legislatif lainnya, dan pihak rombongan Budiman Ivino keluar menemui mahasiswa untuk menyampaikan hasil pertemuan.

Hasil pemanggilan Komisi B terhadap Direktur Politeknik Gajah Tunggal memang jauh dari harapan mahasiswa. Abas hanya mengungkapkan bahwa dewan hanya berfungsi sebagai mediator, dan kedua belah pihak mesti bersikap mencari solusi. Disampaikannya bahwa Budiman Ivino meminta waktu tangguh selama 1 pekan untuk mengeluarkan putusan lebih lanjut. Sedangkan mahasiswa dinyatakan diliburkan untuk sementara waktu selama satu pekan.

26 Juni 2006 : Jeda waktu satu pekan yang dijanjikan Budiman Ivino tiba. Tetapi niat baik dari pihak Direktur Politeknik Gajah Tunggal itu tidak tampak terlihat. Hal ini ditunjukkan dengan sikapnya yang menutup komunikasi dengan pihak DPRD dan mahasiswa. Bahkan dirinya menebar opini dikalangan management PT. Gajah Tunggal tbk. bahwa kasus DO 2 mahasiswa sudah ditunggangi kepentingan politik, sehingga dirinya berlepas tangan dan menyerahkan kasus ini kepada pemilik pusat Politeknik Gajah Tunggal, Icih Nursalim (adalah istri Syamsul Nursalim, terdakwa kasus BLBI yang lari ke Singapura).

Masalah menjadi berkembang, karena pusat memutuskan pembekuan aktivitas perkuliahan secara total. Mahasiswa statusnya dibuat mengambang, diliburkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Sementara dosen tetap dan para staff kampus dipaksa mengajukan surat pengunduran diri. Kontan, kampus Politeknik tidak mungkin lagi mengadakan aktivitas perkuliahan lagi, minimal dalam waktu dekat. Bahkan kabar yang berkembang, Politeknik akan di tutup minimal untuk jangka waktu 3 tahun.

Gelap matanya pimpinan pusat gajah tunggal, yang diawali kecerobohan dan arogansi direktur politeknik gajah tunggal mengancam dan sangat merugikan masa depan para mahasiswa. Untuk itu, mulai 2 Juli 2006 perjuangan mahasiswa didampingi kuasa hukum Muhammad Luthfi, SH. dari LBH Bela Bangsa. Langkah2 perlawanan terlihat semakin membaik dengan penyebaran opini yang cukup intensif dimedia massa baik lokal maupun nasional. Termasuk langkah pengaduan ke DPR RI komisi X yang menangani masalah pendidikan.

Semoga langkah perjuangan dari rekan2 mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal menemukan titik terang. Kemudian Allah SWT. memenangkan kebenaran, dan menghinakan kedzoliman. Amiin.

Setiap perjuangan butuh pengorbanan, dan setiap orang-orang mukmin bersaudara, saling membantu satu sama lain. Bagi siapa saja yang ingin membantu, baik melalui skillnya, wewenangnya, ataupun dananya bisa berkoordinasi dengan nomor kontak berikut ini. Rona : 0813 8360 1485 (Ketua DEMA Politeknik Gajah Tunggal).

Nafas saudara2 kita mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal sangat terbatas, maka kesigapan dan kecepatan kita membantunya adalah cara terbaik untuk mengadvokasi mereka. Semoga Allah memuliakan antum yang meringankan beban saudaranya. Amiin.

Written by ukasbaik

September 5, 2007 at 3:52 pm

Posted in Kisah

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. saya pembaca setia koran Tribun lho, sayangnya pada saat saya nggak sempat beli tribun mau baca di internet kok nggak lengkap edisinya. Cari dimana ya terbitan tanggal 2 dan 7 Desember? Tolooong dong informasinya ke e-mail tuti300756@yahoo.com. Terimakasih.

    Tuti JR

    December 15, 2007 at 4:19 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: