Santri Metropolis

Belajar Menjadi Bijak

PKS Online

with 4 comments

logo1.gif

Bila Tidak Ada Penyelesaian Internal,
IZIN POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL BISA DICABUT

Fraksi-PKS Online: Demo mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal menolak dikeluarkannya dua orang mahasiswa peserta lomba robot yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikanan Tinggi (Dirjen Dikti) berbuntut panjang. Peserta demo malah diberi sanksi skorsing oleh pihak pimpinan Politeknik.

Sejumlah mahasiswa Politeknik Gajah Tunggal, Selasa(18/7) mengadukan nasib mereka ke Fraksi PKS. Mereka diterima di ruang rapatpPimpinan FPKS oleh Jazuli Juwaini (Komisi II), Abdi Sumaithi dan Zuber Safawi (keduanya Komisi X). Menurur penuturan salah seorang dosen pembimbing, yang ikut dikeluarkan akibat membimbing mahasiswa dalam lomba robot itu, persoalan bermula saat beberapa mahasiswa berkeinginan ikut lomba robot, namun karena tidak dibiayai pihak perguruan tinggi, mahasiswa mengajukan proposal ke Dirjen Dikti.

Dari Dirjen Dikti mahasiswa menerima bantuan uang pengganti biaya peralatan lomba Rp 4 juta. Namun, pihak pimpinan Politeknik malah menuntut laporan penggunaan uang tersebut. Muncul perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan pimpinan perguruan tinggi, yang berujung pada dikeluarkannya dua orang mahasiswa tersebut, dan pemecatan satu orang dosen yang membimbing perlombaan.

Masalah tidak berhenti sampai disitu, pihak pimpinan Politeknik memutuskan akan menutup kampus, tanpa alasan yang jelas. Keputusan tersebut kontan menimbulkan tanda tanya para orang tua mahasiswa. Pasalnya, mahasiswa telanjur menggantungkan harapan, kelak dapat diterima bekerja di perusahaan Gajah Tunggal. Mengingat Politeknik tersebut masih berkaitan dengan perusahaan pembuat ban itu.

“Pihak politeknik tidak boleh sewenang-wenang. Bila mengetahui akan bangkrut, mestinya segera menyalurkan mahasiswa yang telah diterima ke perguruan tinggi lain. Aplagi pihak Politeknik telah memberi harapan kepada mahasiswa, bahwa setelah selesai kuliah mereka bisa bekerja di Gajah Tunggal,” tandas Jazuli.
Jazuli menyatakan, jika pimpinan Politeknik ingin menutup sekolah tersebut seharusnya tidak menerima mahasiswa baru. Pihak Politeknik mesti bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang telah diterima. “Ini perlu dipertanyakan,” tandas Jazuli, yang kebetulan berasal dari daerah pemilihan Banten, daerah Gajah Tunggal beroperasi.

Sementara Zuber menjelaskan, pihak Dikti telah menyampaikan surat peringatan kepada pihak Politeknik agar menyelesaikan secara internal. Soal pertanggungjawaban penggunaan uang bantuan, menurut Dikti sepenuhnya menjadi hak mahasiswa mengelolanya. “Bila masalah tersebut berlarut-larut risiko yang harus ditanggung pihak perguruan tinggi yaitu pencabutan izin,” jelas Zuber.

Zuber menambahkan, pihaknya telah meminta Dikti mendesak pihak pimpinan Politeknik menyalurkan mahasiswa ke lembaga pendidikan lain. Bila pihak Politeknik tidak melakukannya, Zuber berjanji akan meminta Dikti menyalurkannya secara formal. “Mahasiswa sudah rugi secara akademis,” tandasnya.Selain itu, secara finansial mahasiswa juga dirugikan. Yang mestinya mahasiswa menerima uang, namun tidak terima karena skorsing. Padahal dalam perjanjian penerimaan, mahasiswa berhak menerima uang.

Rencananya, Zuber, dan aleg PKS asal Banten, Jazuli Juwaini, Abdi Sumaithi, dan Zulkifliemansyah, dalam kunjungan kerja nanti akan melakukan mediasi dengan pihak Politeknik Gajah Tunggal. Kemudian Komisi X DPR juga akan menindaklanjutinya. (mca)

Written by ukasbaik

September 5, 2007 at 3:27 pm

Posted in Kisah

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. semoga PKS selalu istiqomah dalam menjalankan syariat umat amin

    one

    August 5, 2008 at 1:51 am

  2. assalamualaikum .wr.wb
    mau shering sama ikhwan di pks, ana sebenernya pengen jadi kader pks dari dulu, cuma ga da yang ngajak
    mungkin dengan banyak tanya ikhwan di pks jadi bisa tau bagai mana kalau pengin jadi kader pks,,,,,,,,,, gitu aja dulu
    wassalam

    abdullah al-mun'imi

    April 4, 2009 at 7:27 am

  3. menyayangkan sekali tentang pernyataan kader PKS yang disitir oleh Majalah Sabili yang terbit 9 April 2009 ini,tentang keengganan PKS membawa isue agama dalam politik…tidak bisakah lagi PKS sebagai gantungan serta harapan umat?jika tidak…berhentilah menjadi partai politik yang berbasis agama!!!hanya akan menimbulkan kekecewaan yang tak akan berkesudahan

    dindaneehan

    April 13, 2009 at 10:02 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: